Selasa, 07 Januari 2014


Untuk Ibu di muka Bumi ini
Suratan-Mu Tuhan…
Atas takdir seorang Ibu
yang mengandung ku tuk sembilan bulan
yang melahirkan ku dengan derita
Nyawanya Ia pertaruhkan
Demi aku yang lemah tak berdaya
Maaf Ibu…
Jika kau harus terbangun di kegelapan malam
Karena aku yang merengek kehausan
Maafkan aku Ibu…
Anakmu ini, yang hanya bisa mengadu dan meminta
Dan kau selalu memberi tanpa mengharapkan imbalan jasa
Maaf Ibu…
Jika hanya tangis yang dapat kuberikan untukmu
Ketika pertama kali, kau tunjukkan aku dunia
Tuhan…
Dosakah diriku ini…
Yang selalu merepotkan Ibu
Wanita bijaksana yang membesarkanku
Mengajariku tentang arti kehidupan
Dan Ibu yang senantiasa menjagaku tanpa lelah
Dan takkan pernah menyerah

makalah ushul fikih


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Untuk menyebut istilah peristiwa atau objek hukum, sebagian ulama Ushul menggunakan istilah mahkum bih karena didalam perbuatan atau peristiwa itulah ada hukum, baik hukum yang wajib ataupun hukum yang haram. Sebagian ulama lainnya menggunakan istilah mahkum bih, karena, perbuatan mukallaf itu bisa disifati dengan hukum, baik yang bersifat perintah maupun yang bersifat larangan.
Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu mata kuliah ushul fiqih, lebih dari itu, penulis mencoba memaparkan beberapa seluk beluk tentang mahkum fih atau objek hukum, supaya sebagai seorang mukallaf kita mampu memahami apa itu objek hukum dan bagaimana kaidah-kaidah yang terkandung didalamnya. Semakin banyaknya mukallaf yang tidak mampu mengetahui kewajibannya sebagai objek hukum, maka kami rasa sangat diperlukan pengantar makalah dengan tema “Mahkum Fih”.


Pengalaman di Institut Agama Islam Darussalam
            Darusslam adalah tempat dimana saya menuntut ilmu, untuk menjadi seseorang yang sukses dimasa depan.
            Pertama saya duduk di semester satu,saya merasa sangat asing dengan orang-orang disekitar saya, seakan saya merasa tidak akan pernah mengenal mereka semua.Nmaun dengan seiring berjalannya waktu, sedikit demi sedikit saya mulai mengenal mereka. Dan melalui perkenalan itu saya mulai merasakan hidup yang penuh warna.
            Melalui perkenalan itu pula saya bisa mengenal karakter karakter masing-masing dari mereka. Mereka menjadi sahabat baru untuk saya. Terkadang juga mereka semua merupakan sumber inspirasi untuk saya.
            Saat ini saya mengerti akan sesuatu yang sebelumnya tidak saya pahami, dan saat ini pun saya lebih mengerti makkna pengorbanan, perjuangan, kebersamaan dan persahabatan.
perjumpaan kita
hari itu tepatnya 13 Juli 2009
kita memulai dunia yang sebelumnya tak pernah kita kenal
menepis bayang semu
menerjang rintangan,,
Berjuang dalam ketidakpastian..
Namun semuanya berjalan begitu cepat
yang berawal dari ketidak mampuan
kini berujung perpisahan yang tak pernah diinginkan
Bukan..bukan kita yang menginginkan semua terjadi
Namun takdir telah berkata dan memutuskan
Kawan..
Sahabat..
Saudaraku..
Kalian bukan sekedar teman biasa
Tapi kalian adalah diriku, Kalian adalah aku..
Karena sampai kapanpun kalian terbawa dalam memory dan jiwaku..